Rabu, 07 Februari 2018

I'M HERE

di Februari 07, 2018 0 komentar

Rabu, 31 Januari 2018

TRAVEL IN MOUNTAIN

di Januari 31, 2018 0 komentar
EXPLORERS

Haiiii.... di sini saya akan membagikan perjalanan pendakian di gunung-gunung di Indonesia. Semoga menjadi motivasi yang bermanfaat bagi kalian yang suka mengeksplorers alam agar lebih mencintai keindahan yang Maha pencipta ataupun kalian yang tidak suka alam agar lebih  tertarik bahwa alam itu memiliki keindahan syurgawi dan tidak kalah megah dari kota di barat sana.

⧪ Pendakian di gunung Jaya Wijaya

 Pendakian di gunung Rinjani


⧪ Pendakian di gunung Mahameru


⧪ Pendakian di gunung Bromo



Terimakasih semoga kalian bisa bisa pendaki sejati dengan mencintai karya terindah Tuhan.






Rabu, 10 Januari 2018

MOUNTAIN IN INDONESIA

di Januari 10, 2018 0 komentar
GUNUNG-GUNUNG DI INDONESIA

Gambar terkait

Gunung Jaya Wijaya



Secara administratif Puncak Jayawijaya barada di Range Sudirman atau Dugunduguo, tepatnya di provinsi Papua Barat. Puncak Jayawijaya merupakan puncak tertinggi dari seluruh bagian wilayah Indonesia. Gunung ini masuk dalam deretan pegunungan Jayawijaya yang membentang sangat luas, bahkan menyatukan dua negara. Pegunungan ini memanjang dari provinsi Papua Barat wilayah Indonesia hingga Papua Nugini di Pulau Irian. Namun diantara pegunungan yang luas ini, gunung tertinggi ada di wilayah provinsi Papua Barat, Indonesia. Sehingga secara administratif Indonesia masih sangat beruntung, karena di puncak itulah yang menjadi incaran para pendaki kelas dunia.
Indonesia sendiri merupakan negara yang beriklim tropis. Seperti yang sudah Anda ketahui, negara ini membentang di atas garis Khatulistiwa, maka tidak mungkin jika ada salju di tanah ini. Namun hukum tersebut tidak berlaku untuk Puncak Jayawijaya. Karena dinginnya salju selalu menyelimuti Puncak Jayawijaya. Sungguh aneh, namun inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Puncak Jayawijaya. Gunung ini merupakan satu – satunya gunung yang diselimuti salju di wilayah Indonesia. Meskipun tidak semua puncak di pegunungan Jayawijaya ini bersalju.
Gunung ini juga termasuk dalam tipe Alpine Glaciation jika dilihat dari tipe gletsernya. Sedangkan di tempat yang lebih rendah dari puncak tertinggi, dapat dikategorikan kedalam tipe Valley Glacier. Valley Glacier merupakan gletser yang mencair sehingga turun dan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Dapat dipastikan, di wilayah pegunungan ini juga terdapat sungai es. Fenomena ini tidak akan bisa anda temui di belahan bumi manapun. Sangat unik dan mengagumkan. Puncak Jayawijaya masuk dalam “Seven Summit” yaitu tujuh puncak benua dan biasa dikenal sebagai Piramida Carstenz.

Berada di Puncak Jayawijaya merupakan impian pendaki sejati yang ingin menyaksikan indahnya sebuah sisi lain dari bumi ini. Apabila Anda melihatnya dari udara, gunung ini bagaikan brownies yang di siram dengan susu kental manis rasa vanilla. Bahkan, ketika sinar matahari menerpa, pemandangan di gunung ini juga tak kalah menariknya. Cahaya matahari dipantulkan oleh putinya salju, membuat kilauan – kilauan nyata yang mengagumkan.
Puncak Jayawijaya atau lebih dikenal dunia dengan nama Piramida Carstenz memiliki suhu hingga 0 derajat celcius, bahkan bisa minus pada kondisi – kondisi tertentu. Di Puncak Jayawijaya oksigen sangat sulit didapatkan. Dengan medan yang terjal dan berbahaya sehingga dapat dikatakan sebagai tujuan trakking yang sangat menantang. Namun, itu semua akan terbayarkan dengan pemandangan alam yang disuguhkan oleh gunung tersebut. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para trakker jika bisa sampai di Piramid Carstenz. Sebuah warisan alam yang unik dan menantang.
Ketika berada disana, Anda akan banyak menemui Suku Dani. Suku ini merupakan penduduk setempat yang tergolong primitif. Di dalam keseharian mereka masih hidup dengan adat, budaya bahkan kebiasaan seperti manusia di zaman batu. Cukup aneh, itu yang akan Anda katakana jika berkunjung kesana karena di zaman yang modern bahkan teknologi sudah sangat canggih, masih ada saja suku yang seperti ini. Namun disinilah titik keunikannya. Selain dapat trakking ke Puncak Jayawijaya yang sungguh mempesona, Anda akan memperoleh pengalaman baru, yaitu bertemu langsung dengan warga Suku Dani yang kaya akan kebudayaan. Di tengah – tengah mereka, Anda akan merasakan sensasi menjadi manusia di zaman batu. Pengalaman yang paling mengesankan bagi Anda jika dapat bertemu langsung dan bertegur sapa dengan mereka.
Puncak Jayawijaya memang berada di negara Indonesia, namun trakker yang datang lebih banyak dari luar negeri. Mereka tertarik untuk menaklukan salah satu gunung tertinggi yang masuk ke dalam 7 puncak tertinggi di dunia dengan segala keunikannya. Bahkan tercatat lebih dari 300 trakker asal luar negeri sengaja datang untuk mengunjungi Puncak Jayawijaya, akan tetapi kebalikan dari itu jumlah trakker lokal hanya puluhan saja. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan perijinan mendaki gunung ini sangatlah rumit.
Perlu Anda ketahui, 5% dari cadangan es di dunia ada di Puncak Jayawijaya. Namun, karena pemanasan global yang semakin meningkat, sebagian es di gunung ini kian mencair tiap tahunnya. Sangat disayangkan, karena wisata alam yang tergolong unik bahkan menakjubkan ini harus menanggung akibatnya. Sebelum es di Puncak Jayawijaya mencair sepenuhnya, jangan sia – siakan waktu Anda untuk berkunjung dan menikmati pesona alam yang unik dari Puncak jaya Wijaya di Papua.
Puncak Jayawijaya ditemukan pertama kali oleh pria bernama Jan Carstensz pada tahun 1623. Ia adalah seorang petualang dari negeri Belanda. Karena penemuan itulah, Puncak Jayawijaya lebih dikenal dengan nama Carstensz Pyramid oleh dunia. Pengambilan nama tersebut awalnya berasal dari nama “Carstensz” sendiri untuk menghargai jasanya dan Pyramide berarti puncak. Sedangkan nama Puncak Jayawijaya, merupakan nama yang diberikan oleh Ir. Soekarno setelah berhasil membebaskan wilayah Papua barat dari jajahan Belanda.
Awalnya tidak ada yang percaya dengan temuan  Jan Carstensz. Sebuah gunung yang di selimuti oleh es di daerah yang tropis. Memang jika dipikir kurang masuk akal. Namun setelah 3 abad dari penemuan ini, warga dunia barulah percaya jika gunung tersebut benar – benar ada. Hingga sekarang gunung ini menjadi salah satu objek wisata pendakian kebanggaan Indonesia bahkan di dunia.
Untuk dapat menaklukan gunung yang satu ini, tentunya Anda harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Karena untuk menjangkau Puncak Jayawijaya tidaklah mudah. Apabila Anda berasal dari luar kota, Anda harus transit di Lembah Illaga, Papua. Dari sana Anda harus melakukan trakking di sebuah hutan yang lebat yang memiliki kumpulan satwa yang cukup berbahaya. Untuk menempuhnya, diperlukan waktu sekitar 7 hari perjalanan. Rute ini tergolong sulit, sehingga ada baiknya Anda menempuh jalur lain yaitu dengan menggunakan hellicopter yang akan membawa Anda menuju tempat perkemahan dari wilayah Puncak Jayawijaya yaitu bertempat di Danau Valley. Hal ini sangat disarankan, mengingat bahaya yang akan Anda temui di hutan.  
Gunung Rinjani

Hasil gambar untuk GN RINJANI

 Indonesia memang kaya akan keindahan alamnya. Gunung, laut, persawahan, semuanya memperlihatkan betapa indahnya alam Indonesia. Salah satu pesona alam Indonesia adalah Gunung Rinjani. Gunung dengan ketinggian 3.726 mdpl ini, memang merupakan salah satu pilihan bagi para pendaki, baik pendaki dalam negeri maupun dari luar negeri. Bagaimana tidak, cerita yang tersebar tentang keindahannya, membuat setiap pendaki pasti tertantang untuk mengeksplorasi gunung yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat ini.
Medan pendakian Gunung Rinjani, bisa dikatakan tidak terlalu sulit, apabila sudah menemukan jalur yang tepat. Ada beberapa jalur pendakian yang biasa dipilih, yaitu Sembalun, Senaru, Timba Nuh, dan Torean. Biasanya, jalur yang favorit bagi pendaki adalah Jalur Pendakian Sembalun, karena jalur tersebut cukup mudah dibandingkan jalur pendakian lainnya.

Dalam Jalur Pendakian Sembalun, Anda akan melewati padang savana yang datar. Namun penting untuk diketahui, bahwa krim pelindung matahari sangat dianjurkan mengingat udara bisa terasa sangat panas di siang hari. Tetapi, di sore hari, udara di sekitar padang savana tersebut bisa dikatakan tidak terlalu panas, dan Anda juga bisa menikmati kicauan burung-burung yang merdu. Ada 4 pos yang harus dilalui dalam pendakian Gunung Rinjani ini, yaitu pos 1, pos 2, pos 3, dan yang terakhir adalah pos Plawangan Sembalun. Dalam pendakian ini, sangat disarankan untuk membawa air minum secukupnya, karena tidak semua pos yang Anda lewati terdapat mata air.

Salah satu tempat yang tidak dilewatkan para pendaki dalam pendakian Gunung Rinjani adalah Danau Segara Anak. Ya, danau cantik ini bisa ditemukan setelah menempuh pendakian melalui dua jalur, yaitu Jalur Pendakian Sembalun dan Jalur Pendakian Senaru. Untuk mencapai Danau Segara Anak dari Jalur Pendakian Sembalun, memerlukan waktu sekitar minimal 8 jam, sedangkan melalui Jalur Pendakian Senaru, memerlukan waktu sekitar minimal 7 jam. Di sekitar Danau Segara Anak, biasanya orang melakukan beberapa kegiatan seperti berkemahberendam di air belerang yang hangat, dan juga memancing ikan. Untuk mencapai danau ini, memang waktunya tidak sebentar, namun Anda tidak akan menyesal jika sudah melihat keindahannya.

Hasil gambar untuk gn semeru sunset

Gunung Maha Meru

Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di pulau Jawa, secara geografis letak gunung ini berada di dua wilayah administratif, yaitu wilayah Kab Malang dan Lumajang. Dengan posisi antara 8°06′ LS dan 120°55′ BT.Gunung Semeru memiliki puncak ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Mahameru adalah sebutan untuk puncaknya dan Jonggring Saloko adalah nama kawahnya.
 Gunung Semeru adalah gunung jenis stratovolcano aktiv yang berada didalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kawasan ini berada dilahan seluas 50.273,3 Hektar. selain keindahan panorama alamnya, taman nasional ini juga kaya akan budaya (suku tengger). Inilah yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Tanah tertinggi di pulau Jawa, Ranu Kumbolo, Soe Hok Gie, dan Film 5 cm. mungkin inilah beberapa kata yang terlintas dalam pikiran saat ini ketika kamu mendengar kata “Semeru”. Kata-kata itu seolah memiliki daya magnet tersendiri bagi pendengarnya yang tidak hanya terbatas pada kelompok pencinta alam maupun traveller.
Gunung Semeru memiliki tempat yang khusus bagi umat Hindu dan Budha di Indonesia pada umumnya. karena gunung ini dipersonifikasikan sebagai gunung suci yang berada di India. dalam kosmologi Hindu dan Budha Semeru berasal dari bahasa sangsekerta yang berarti Sumeru “Meru Agung” adalah pusat alam semesta baik secara fisik maupun metafisik (spiritual). Gunung ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para Dewa (Siwa). Gunung ini juga dianggap sebagai “Lingga Acala” lingga yang tidak bergerak sekaligus juga berarti lingga yang bukan diciptakan oleh manusia. Dalam bahasa Jawa Kuno, Acala memang juga diartikan gunung atau karang.. Dalam Teks-teks “Purana” India yang tergolong kitab Upaweda (penjelasan lebih lanjut atas Weda) memang menyebutkan Tuhan Yang Mahatunggal bersemayam di puncak Mahameru, yang dikenal juga dengan nama Gunung Kailasa atau Gunung Himawan.
Legenda Gunung Semeru, dalam kitab Tantu Panggelaran berbahasa Jawa Tengah, dalam bentuk prosa menceritakan, ketika tanah Jawa masih tidak seimbang, belum stabil, Batara Guru menitahkan para Dewa memenggal puncak Gunung Mahameru dari tanah Bharatawarsa (India) untuk dibawa ke Jawa. Titah itu laksanakan para Dewa. Puncak Gunung Mahameru akhirnya dipenggal, kemudian diterbangkan ke tanah Jawa dan Jatuh disisi barat pulau Jawa, tanah Jawa berguncang. Bagian timur Jawa terangkat, sedangkan bagian barat Jawa justru malah tenggelam.
Potongan puncak Gunung Mahameru itu pun dibawa kembali ke arah timur. Sepanjang perjalanan dari barat ke bagian timur tanah Jawa, bagian-bagian puncak Gunung Mahameru itu ada yang berjatuhan. bagian-bagian yang jatuh itu akhirnya tumbuh menjadi enam gunung kecil. masing-masing Gunung Katong (Gunung Lawu, 3.265 mdpl), Gunung Wilis (2.169 mdpl), Gunung Kampud (Gunung Kelud, 1.713 mdpl), Gunung Kawi (2.631 mdpl), Gunung Arjuna (3.339 mdpl), dan Gunung Kemukus (3.156 mdpl)
Begitu sampai dibagian timur ternyata pulau Jawa masih tetap tidak seimbang. Akhirnya para Dewa pun memutuskan untuk memotong bagian puncak gunung Semeru kemudian menjatuhkanya disebelah barat laut, dan potongan ini membentuk gunung baru, yakni Gunung Pawitra, atau yang sekarang akrab kita kenal dengan nama Gunung Pananggungan. Legenda gunung Semeru ini memberikan gambaran terkait penyebaran Hindu paham Siwaistis dari tanah India ke negeri Nusantara yang berpusat di tanah Jawa, dan meninggalkan pengaruh besar terhadap kepercayaan dan kebudayaan suku Tengger hingga saat ini.
selain keindahan panorama alam dan legenda keberadaannya ternyata gunung Semeru memiliki Peninggalan Arkeologi berupa Arca (Arcopodo) dan prasasti kumbolo. Menurut Dwi Cahyono, Dosen, Arkeolog Universitas Negeri Malang dalam tulisan wawancaranya disalah satu website mengatakan, prasasti kumbolo adalah prasasti yang diperkirakan peninggalan dari kerajaan Kediri. sedangkan Arcopodo diperkirakan peningalan jaman kerajaan Majapahit.
Kerajaan masa Hindu – Budha di daerah Jawa Timur dibagi ke dalam tiga periode. Periode pertama adalah kerajaan Kediri yang memerintah sejak abad ke 10M hingga tahun 1222 M. periode kedua masa kerajaan Singosari yang memerintah tahun 1222 M hingga tahun 1293 M. dan periode ketiga masa kerajaan Majapahit yang memerintah dari tahun 1293 M hingga abad ke 6. dapat disimpulkan bahwa kedua peninggalan arkeologi Gunung Semeru adalah peninggalan purbakala yang kaya akan nilai histori dan budaya.
Arcopodo sendiri pertama kali ditemukan oleh alm. Norman Edwin dan Herman O Lantang, Mapala Universitas Indonesia tahun 1984. Dua tahun setelahnya, Norman kembali mendatangi dua Arca itu dan menuliskan temuannya di majalah Swara Alam pada tahun 1986. setelah itu Arcapodo tidak diketahui lagi keberadaanya, seolah Arca itu telah menghilang secara misterius dan menjadi mitos dikalangan pendaki. Barulah pada bulan November tahun 2011 Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas melakukan penelusuran untuk membuktikaan keberadaan Arca yang dianggap telah menghilang lebih dari 25 tahun itu. Hasilnya, Arcopodo yang dianggap hilang secara misterius itu ternyata tidak pernah hilang. Arca itu tetap berada ditempatnya sama saat almarhum Norman Edwin dan Herman O Lantang menemukanya. Lalu mengapa Arca ini dianggap menghilang selama beberapa tahun? Dan mengapa di Pos Arcopodo yang sekarang pendaki tidak pernah menjumpai Arca ini?
Arca dianggap menghilang setelah di publikasikan keberadaanya di majalah Swara Alam tahun 1986 karena memang tidak ada pendaki lain yang mempublikasikan atau mendokumentasikanya lagi setelah itu. Menurut penduduk sekitar, pada tahun 80an jalur pendakian ke puncak Mahameru memang dirubah ke jalur pendakian (baru) seperti sekarang ini, perubahan jalur itu sangat mungkin dan beralasan. Menurut saya, ada dua alasan utama perubahan jalur tersebut. Pertama, perubahan jalur dilakukan untuk melindungi keberadaan ke dua Arca tersebut dari tangan orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Kedua, terjadi kerusakan jalur pada saat itu karena adanya perubahan kondisi alam. Ini dapat dibuktikan dengan sulitnya medan yang ditempuh oleh tim Ekspedisi Cincin Api Kompas dalam tulisanya saat melakukan penulusuran tahun 2011 lalu.
Mengapa ada Arca (Arcopodo) digunung Semeru? Apa makna dari Arcopodo? Secara umum Arca adalah patung yang merupakan bagian dari tempat suci umat Hindu. Patung ini memiliki tempat yang penting. Bahkan jauh sebelum Hindu dan Budha masuk ke Nusantara (Indonesia) saat animisme dan dinamisme masih menjadi kepercayaan suku-suku di Indonesia. Patung itu memiliki peran penting terhadap upacara pemujaan roh – roh nenek moyang. Patung digunakan sebagai wadah penghubung atau tempat menampung roh yang “diundang”. Karena Semeru adalah gunung suci. Maka pantaslah jika ada Arca di gunung ini.
Menurut Pak Dwi Cahyono, sesuai namanya Arcopodo sebenarnya berasal dari kata Arca dan Pada, yang dalam bahasa Jawa yang terpengaruh Sangsekerta, pada artinya tempat. ”Jadi, Arca-Pada adalah Tempat Arca” Pak Dwi pun memberi penjelasan jika salah satu arca itu kemungkinan adalah sosok Bima. Bliau kemudian membandingkan dengan foto Arca Bima di Candi Sukuh di lereng Gunung LawuBadan dan tangannya mirip Bima.
Bima adalah perwujudan tokoh untuk tolak bala Dengan demikian, tempat tersebut merupakan pemujaan yang difungsikan untuk ritual menghalau bencana dari puncak Gunung Semeru yang aktif.
Berbeda dengan Pak Dwi, saya memiliki pandangan lain. bahwa kata Arcopodo berasal dari dua kata gabungan. Yaitu, Arco dan Podo. Arco adalah Arca dan Podo adalah Sama. Dalam bahasa Jawa, pergantian dan penggunaan huruf “o” sebagai “a” sudah umum dan menjadi ciri bahasa Jawa. Jadi dapat disimpulkan bahwa kata Arcopodo memiliki arti “Arca yang Sama” dalam bahasa Jawa. Dan jika diperhatikan foto Arca diatas memang terdapat kesamaan dari segi bentuk, tinggi dan ukuran. Arcopodo adalah dua Arca yang sama?
Lalu apakah benar Arcopodo itu adalah Arca perwujudan sosok Bima? saya juga memiliki pandangan lain yang berbeda dengan Pak Dwi. Menurut saya, Arcopodo adalah Arca prwujudan dari Dewa Kala dan Anukala. Kala dan Anukala ini memiliki kedudukan yang sama dengan Nandicwara dan Mahakala. Jika merujuk pada buku Prof. Soekmono, Candi Fungsi dang Pengertianya, Nandicwara dan Mahakala dalam bagian Candi ditempatkan sebagai Dwarapala, arca penjaga yang terdapat di pintu masuk bagunan Candi. Jadi Arcopodo adalah Arca penjaga namun bukan Arca Bima?
Dalam kitab Tantu Panggelaran yang diperkirakan dibuat abad ke 15 itu memberikan penjelasan penempatan para Dewa dan memberikan keterangan bahwa gunung Mahameru dijaga oleh Gana pada gapura timurnya, oleh Agasti pada gapura selatanya, oleh Gauri pada gapura utaranya dan oleh Kala dan Anakula pada gapura baratnya. (Dr. Pigeaud 1924:96-97) dikutip oleh Prof. Dr. R Soekmono. Dalam bagunan suci Candi, posisi letak Dewa-Dewa ini tidak pakem terhadap arah. Posisi Dewa ini bergantung terhadap arah (kiblat) bagunan Candi tersebut.
Jadi menurut saya Arcopodo di gunung Semeru adalah Arca penjaga gapura, pintu untuk memasuki tempat tersuci (puncak Mahameru). Pandangan saya ini tentunya masih harus ditelaah kembali baik secara kontekstual maupun tekstual oleh para ahli-ahli sejarah dan arkeologi agar didapatkan gambaran jelas tentang sejarah Arca kembar (Arcopodo) yang berada di gunung tertinggi di pulau Jawa, Semeru.
Gunung Semeru, Keindahan, Sejarah, Legenda dan Cerita. Sesuai dengan judul tulisan. dalam bagian ini saya akan menceritakan pengalaman perjalanan yang mungkin bisa memberikan kamu sedikit gambaran jika kamu ingin atau berencana melakukan pendakian ke gunung Semeru. Sebelumnya perlu dicatat Semeru adalah Gunung Suci, jadi jaga setiap omongan, perbuatan, dan kelestarian (sampah) kamu saat mendaki. Alam memiliki cara sendiri untuk merespon perbuatan manusia.
Hasil gambar untuk gunung bromo]
Gunung Bromo
Gunung Bromo adalah salah satu gunung berapi aktif yang ada di Indonesia, tepatnya di Jawa Timur dan meliputi 4 kabupaten yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Bromo jadi tujuan wisata terkenal di Jawa Timur dan hampir tidak pernah sepi setiap harinya.
Statusnya yang masih aktif membuat Gunung Bromo jadi lebih menarik di mata wisatawan. Ketinggian Gunung Bromo 2.392 meter diatas permukaan laut dan memiliki bentuk tubuh bertautan diantara lembah dan ngarai dengan di kelilingi kaldera atau lautan pasir luas kurang lebih sekitar 5.300 hektar.
Gunung Bromo terkenal sebagai icon wisata probolinggo paling indah dan paling banyak dikunjungi. Kata “Bromo” berasal dari kata “Brahma”  yaitu salah satu Dewa Agama Hindu. Gunung Bromo memang tidak besar seperti gunung api lain di Indonesia tetapi pemandangan Bromo sangat menakjubkan sekali. Keindahan Gunung Bromo yang luar biasa membuat wisatawan kagum.
Dari puncak Penanjakan pada ketinggian 2.780 m, wisatawan bisa melihat matahari terbit di Wisata Bromo. Pemandangan yang indah membuat banyak wisatawan ingin mengabadikan momen berharga ini. Pada waktu matahari terbit terlihat dari puncak penanjakan yang sangat luar biasa para pengunjung bisa melihat latar depan dari Gunung Semeru yang akan mengeluarkan asap terlihat dari kejauhan dan matahari akan bersinar terang naik ke atas langit.

Sejarah Gunung Bromo

Jaman dahulu ketika kerajaan majapahit menerima banyak serangan dari berbagai daerah, banyak penduduk pribumi jadi bingung mencari tempat tinggal baru sampai akhirnya mereka pisah jadi 2 bagian. Satu menuju ke Bali, dua menuju Gunung Bromo. Kedua tempat ini sampai sekarang memiliki kesamaan yaitu sama-sama menganut Agama Hindu.
Nama “Tengger” diyakini berasal dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger. “Teng” merupakan akhiran nama Roro An-“teng” dan “ger” merupakan akhiran nama dari Joko Se-“ger” dan Gunung Bromo juga dipercaya sebagai gunung suci. Masyarakat Hindu menyebutnya dengan nama Gunung Brahma. Sedangkan orang Jawa menyebutnya Gunung Bromo. Kurang lebih seperti itulah asal – usul dari legenda Gunung Bromo.


Jumat, 17 November 2017

QUOTES HIKERS

di November 17, 2017 0 komentar
QUOTES PARA PENDAKI

Foto Mitsni N.

"Jika kamu belum pernah terdampar di gunung yang rimbun, kamu tidak akan tahu semegah apa bumi yang kamu injak."


"Dunia itu seluas langkah kaki, jelajahi dan jangan pernah takut melangkah, hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya."


Foto Mitsni N.

"Jika kamu sedang mencari ide kreatif, keluarlah dan berjalan kaki. Malaikat berbisik kepada manusia ketika dia pergi melakukan perjalanan menyapa alam."


Foto Mitsni Nuraeni.


"Keindahan alam lebih dari cukup untuk menyejukan hatimu yang bersedih dan menyembuhkan hatimu yang terluka."

Foto Mitsni N.


"Saat kau di tengah-tengah gunung ,merenung sendirian. Akhirnya kau akan sadar bahwa di sana hanya ada dua pilihan, kau mampu menyelesakannya atau pulang berbalik dan turun kembali."

Foto Mitsni N.

"Untuk apa kita mendaki? jawabannya bisa kalian dapatkan di setiap lembah, setiap padang savana, setiap tanjakan atau setiap pendakian sampai puncak gunung."

Senin, 06 November 2017

HIKING

di November 06, 2017 0 komentar

HIKING


Pengertian

Hiking adalah salah satu kegiatan outdoor dimana pelakunya melakukan aktivitas berjalan kaki sebagai kegiatan rekreatif dan olahraga. Biasanya tempat yang di tuju adalah lokasi yang memiliki panorama indah, dengan jalur yang sudah di buat.
Trekking adalah perjalanan panjang dilakukan dengan berjalan kaki di daerah yang biasanya tidak ada sarana transportasi tersedia disana, pada jalur yang belum dipetakan, serta di lingkungan yang menantang, mungkin berbukit atau pegunungan.
Berikut ini perbedaan di antara keduanya.
Lokasi
Lokasi tujuan hiking biasanya sudah memiliki jalur yang sudah di buat sebelumnya, bahkan di beberapa spot sudah di bangun papan penunjuk sehingga memudahkan pelakunya, sementara trekking di lakukan di daerah yang sarana transportasi masih belum ada. Contohnya di daerah pegunungan yang memiliki hutan belantara sehingga pandangan kita menjadi terbatas.
Waktu
Waktu yang di butuhkan untuk melakukan hiking tidak terlalu lama bisa tercapai dalam sehari, sementara trekking membutuhkan waktu yang relatif lama, berhari-hari bahkan bisa berminggu-minggu saat melakukan perjalanan. Lamanya waktu dalam trekking di karenakan jalurnya yang panjang maupun pemecahan dalam menghadapi bentuk topografi medannya.
Jarak Tempuh
Jarak tempuh hiking singkat, sementara trekking jarak tempuhnya sangat panjang. 
Dari pengertian dan perbedaan ini bisa di simpulkan jika mendaki gunung Bromo merupakan kegiatan hiking, sementara pembuatan jalur bisa di artikan sebagai trekking.

Jumat, 03 November 2017

GREETING

di November 03, 2017 2 komentar

ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB.........

Bismillahhirrohmaanirrohim...

Foto Mitsni N.

IT'S ME

Tepatnya tanggal 04 November 2017 saya mencoba merangkai kata demi kata sebagai perkenalan di dunia blogging dan inshaalloh blog ini akan saya isi dengan karya-karya yang bermanfaat juga memiliki motivasi untuk para pembaca.
Eh iya hampir lupa, saya akan memperkenalkan diri sebelum melangkah jauh di dunia blogging kelak. Karena kalau kata pepatah orang dahulu "TAK KENAL MAKA TAK SAYANG"

Hallo teman-teman??? Perkenalkan nama lengkap saya "MITSNI NURAENI" kalian semua dapat memanggilku "mimiss,misting,uyut,nini" ya begitulah teman-temanku memanggilku dengan akrab. Saya tinggal di Ds.Dsn. Pamokolan Kec.Cihaubeuti Kab.Ciamis Prov.Jawa Barat. Saya lahir di Ciamis pada tanggal 09 Juli 2002 tepatnya jam 09:00 WIB. Saya dilahirkan dari sepasang kekasih yang berbahagia, Mamah saya bernama Ai Sa'adah dan Ayah saya bernama Didi. Dalam hal hobi, saya memiliki banyak hobi yang aneh jika dikaitkan dengan cita-cita saya. Saya memiliki hobi membaca novel, menulis puisi, traveling, dan hiking. Cita-cita saya ingin jadi seorang dokter ahli bedah, amiiin. Saya anak terakhir dari lima bersaudara.

Sekian perkenalan dari saya terimakasih dan salam kenal.

WASSALAMUALAIKUM WR.WB...













 

WELCOME TO MY BLOG Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei